Konsep: Deteksi dini faktor risiko kanker leher rahim
Definisi:
Banyaknya Deteksi dini yang dilakukan pada perempuan usia 30-50 tahun yang memiliki Riwayat hubungan seksual, deteksi dini kanker leher Rahim dengan metode IVA di fasyankes, minimal 80% pada sasaran penduduk di satu wilayah.
IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat) : Pemeriksaan dengan cara mengamati dengan menggunakan spekulum, melihat leher rahim yang telah dipulas dengan asam asetat atau asam cuka (3-5%). Pada lesi prakanker akan menampilkan warna bercak putih yang disebut acetowhite epithelium. Deteksi dini yang dimaksud dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya, di dalam maupun di luar gedung.
IVA positif : Ditemukan bercak putih (lesi pra kanker) dengan pemeriksaan aplikasi asam asetat
Curiga kanker : Pertumbuhan massa seperti kembang kol yang mudah berdarah atau luka bernanah/ulcer.
(Sumber Data : Definisi Operasional Dikes NTB)
Klasifikasi: Wilayah
Ukuran: Total
Satuan: Orang
| # | Kode Provinsi | Provinsi | Kode Kabupaten/Kota | Nama Kabupaten/Kota | Jumlah Pemeriksaan IVA (Orang) | Jumlah IVA Positif (Orang) | Jumlah Curiga Kanker Leher Rahim (Orang) | Jumlah Krioterapi (Orang) | Jumlah IVA Positif, Curiga Kanker dan Dirujuk (Orang) | Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| # | Kode Provinsi | Provinsi | Kode Kabupaten/Kota | Nama Kabupaten/Kota | Jumlah Pemeriksaan IVA (Orang) | Jumlah IVA Positif (Orang) | Jumlah Curiga Kanker Leher Rahim (Orang) | Jumlah Krioterapi (Orang) | Jumlah IVA Positif, Curiga Kanker dan Dirujuk (Orang) | Tahun |